Pendidikan tak bisa dipisahkan dengan rakyat. Pendapat inilah yang
dianut oleh para pendiri bangsa dan tokoh pendidikan di awal
kemerdekaan. Bagi mereka, pendidikan adalah aset sebuah bangsa dan
dipergunakan untuk mencapai cita-cita kolektifnya.
Kita bisa menengok pemikiran Bung Hatta. Menurut Bung Hatta,
pendidikan harus melayani kebutuhan rakyat. Karenanya, pelajaran atau
kurikulum pun harus disesuaikan dengan kepentingan rakyat dalam
perkembangannya. Artinya, jika sekarang rakyat sedang membangun, maka
lembaga pendidikan mesti mencetak ‘tenaga pembangunan’.
Nah, supaya tanggung-jawab itu bisa terlaksana, maka pendidikan
nasional harus mengutamakan pendidikan karakter. Bagi Bung Hatta, tujuan
universitas tidaklah semata-mata mendidik orang untuk ilmu pengetahuan,
tetapai juga untuk mendidik karakternya. “Ilmu dapat dipelajari oleh
segala orang yang cerdas dan tajam otaknya, tetapi manusia yang
berkarakter tidak bisa diperoleh begitu saja,” kata Bung Hatta.
Manusia berkarakter itu meliputi: kecintaan pada kebenaran, berpihak
kepada rakyat, siap berjuang demi negara di segala lapangan kehidupan,
berfikiran kritis-konstruktif, mengabdi kepada kemanusiaan, dan
lain-lain.
Inilah dilema dalam pendidikan kita sekarang. Sistem pendidikan
nasional, yang makin tunduk pada ideologi pasar, makin menjauh dari
kepentingan rakyat dan negara. Pendidikan nasional tak lagi menghasilkan
manusia berkarakter. Alhasil, kita punya banyak ahli atau pemikir di
segala bidang, tetapi sangat sedikit yang berdedikasi kepada negara dan
rakyat.
Lihat saja ekonom-ekonom kita. Banyak diantara mereka yang menimbah
ilmu ekonomi di luar negeri. Namun, ketika mereka menjadi pejabat
negara, kebijakan mereka justru menghancurkan ekonomi nasional dan
memiskinkan rakyat. Mereka punya gelar tinggi dan faham teori-teori
ekonomi. Namun, corak berfikir mereka belum lepas dari “economische minderwaardigheid”, yaitu penyakit orang yang selalu merasa rendah diri dalam perekonomian.
Ada beberapa persoalan di sini. Pertama, proses penyelenggaran
pendidikan kita sudah bergeser dari semangat pembukaan UUD 1945, yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi semangat melayani kepentingan
akumulasi keuntungan.
Kedua, kurikulum pendidikan tidak lagi disandarkan pada kebutuhan
rakyat. Yang terjadi, kurikulum disusun sesuai dengan kepentingan pasar
tenaga kerja dan kebutuhan industri kapitalis. Akhirnya, banyak
pengetahuan yang dikembangkan di universitas tidak bisa menjawab problem
konkret rakyat.
Ketiga, proses penyelenggaraan pendidikan nyaris tanpa partisipasi
dan keterlibatan massa rakyat. Tembok-tembok universitas dibangun
tinggi-tinggi untuk memisahkan kehidupan kampus dan rakyat di
sekitarnya. Akibatnya, lembaga-lembaga pendidikan seperti terisolasi
dari massa rakyat. Sebagian besar lembaga pendidikan di Indonesia itu
bak menara gading di tengah-tengah massa rakyat.
Keempat, banyak pejabat universitas di Indonesia bermental inlander.
Ini terlihat, misalnya, pada semangat “asingisasi” perguruan tinggi.
Mereka bangga jika kampusnya mendapat kategori “world class university”.
Ironisnya, internasionalisasi pendidikan hanya dimaknai sekadar
penggunaan bahasa asing (Inggris) dalam pengantar kuliah. Sedangkan
corak dan kedalaman ilmunya masih tetap terbelakang.
Kelima, pendidikan nasional sekarang sangat diskriminatif,
segmentatif, dan banyak pengecualian. Orang-orang yang bisa mengenyam
pendidikan hanyalah orang yang sanggup membeli atau membayar mahal. Ini
akibat bekerjanya ideologi pasar dalam dunia pendidikan nasional.
Keenam, pendidikan nasional saat ini sangat alergi dengan
fikiran-fikiran kritis dan emansipatoris. Akhir-akhir ini kita sering
menyaksikan keputusan pejabat universitas mend-DO mahasiswa-mahasiswa
kritis. Juga, tak sedikit universitas yang alergi dengan pergerakan
mahasiswa.
Kekayaan terbesar suatu bangsa terletak pada pengetahuan rakyatnya.
Karena itu, sesuai dengan pembukaan UUD 1945, pendidikan nasional harus
bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan di sini tak bisa
dimaknai sekedar punya “ilmu pengetahuan”, tetapi juga harus punya
keberpihakan dan keterlibatan dalam pembangunan bangsa. Karena itu,
mutlak kurikulum itu harus menekankan agar siswa bisa berfikir kritis,
faham akan realitas sosial di sekitarnya, dan punya tanggung jawab moral
bagi perjuangan rakyat dan bangsanya. Juga, tak kalah pentingnya, harus
sesuai dengan kepribadian bangsa kita.
Sabtu, 22 Maret 2014
Jumat, 07 Maret 2014
Tata Surya
Gambar Planet-Planet serta Penjelasannya
☆☆☆ Sistem/Susunan Tata Surya ☆☆☆Sebelum di jelaskan lebih luas tentang planet-planet di tata surya ini, untuk sedikit menambah wawasan kita, kita lihat dulu klasifikasi planet-planet tersebut berdasarkan beberapa kriterianya.
Nah inilah klasifikasinya
Planet-planet yang ada di tata surya dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain sebagai berikut:
A. Berdasarkan Massanya, planet dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
1. Planet Bermassa Besar (Superior Planet), terdiri dari: Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
2. Planet Bermassa Kecil (Inferior Planet), terdiri dari: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
B. Berdasarkan Jaraknya ke Matahari, planet dapat dibedakan atas dua macam planet, yaitu sebagai berikut:
1. Planet Dalam (Interior Planet)
Planet Dalam yaitu Planet-Planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang termasuk Planet Dalam adalah Planet Merkurius dan Venus. Planet Merkurius dan Venus mempunyai kecepatan beredar mengelilingi Matahari berbeda-beda, sehingga letak atau kedudukan planet tersebut bila dilihat dari Bumi akan berubah-ubah pula.
Sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Matahari dengan suatu Planet disebut Elongasi. Besarnya sudut Elongasi yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Matahari-Merkurius yaitu antara 0 -28 derajat, sedangkan sudut Elongasi Bumi-matahari-Venus adalah 0 - 50 derajat.
2. Planet Luar (Eksterior Planet)
Planet Luar yaitu Planet-Planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Termasuk ke dalam kelompok Planet Luar adalah Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dilihat dari Bumi, sudut Elongasi kelompok Planet Luar berkisar antara 0 -180 derajat. Bila Elongasi salah satu Planet mencapai 180 derajat hal ini berarti Planet tersebut sedang berada dalam kedudukan oposisi, yaitu kedudukan suatu Planet berlawanan arah dengan posisi Matahari dilihat dari Bumi. Pada saat oposisi, berarti Planet tersebut berada pada jarak paling dekat dengan Bumi.
Bila Elongasi salah satu Planet mencapai 00 berarti Planet tersebut mencapai kedudukan konjungsi, yaitu suatu kedudukan Planet yang berada dalam posisi searah dengan Matahari dilihat dari Bumi. Pada saat konjungsi, berarti Planet tersebut berada pada jarak paling jauh dengan Bumi.
Sekian penjeasan singkat tentang klasifikasi planet-planet berdasarkan kriterianya, sekarang di lanjutkan dengan penjelasan tentang planet-planet di tata surya.
Berikut ini dijelaskan satu persatu mengenai planet-planet sebagai anggota tata surya.
A. Planet Merkurius
Merkurius merupakan Planet paling dekat dengan Matahari, jarak rata-ratanya hanya sekitar 57,8 juta km. Akibatnya, suhu udara pada siang hari sangat panas (mencapai 4000C), sedangkan malam hari sangat dingin (mencapai -2000 C). Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan Planet ini tidak mempunyai atmosfer. Merkurius berukuran paling kecil, garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama dengan ukuran bulan (diameter 3.476 km). Planet ini beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 59 hari.
Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).
Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam. Di India, Merkurius dinamai Budha (बुध), anak dari Candra sang bulan. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan "bintang air". Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (כוכב חמה), "bintang dari yang panas" ("yang panas" maksudnya matahari). Diameter Merkurius 40% lebih kecil daripada Bumi (4879,4 km), dan 40% lebih besar daripada Bulan. Ukurannya juga lebih kecil (walaupun lebih padat) daripada bulan Jupiter, Ganymede dan bulan Saturnus, Titan.
B. Planet Venus
Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat ke bumi, yaitu sekitar 42 juta km, sehingga dapat terlihat jelas dari bumi sebagai suatu noktah kecil yang sangat terang dan berkilauan menyerupai bintang pada pagi atau senja hari. Venus sering disebut sebagai bintang kejora pada saat Planet Venus berada pada posisi elongasi barat dan bintang senja pada waktu elongasi timur. Kecemerlangan planet Venus disebabkan pula oleh adanya atmosfer berupa awan putih yang menyelubunginya dan berfungsi memantulkan cahaya matahari.
Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi atmosfer yang sangat tebal terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat, sehingga pada siang hari suhunya dapat mencapai 4770 C, sedangkan pada malam hari suhunya tetap tinggi karena panas yang diterima tertahan atmosfer. Diameter planet Venus sekitar 12.140 km, periode rotasinya sekitar 244 hari dengan arah sesuai jarum jam, dan periode revolusinya sekitar 225 hari.
Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan. Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari. Kandungan atmosfernya yang pekat dengan CO2 menyebabkan suhu permukaannya sangat tinggi akibat efek rumah kaca. Atmosfer Venus tebal dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan.
C. Planet Bumi (The Earth)
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km, periode revolusinya sekitar 365,25 hari, dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit dengan arah barat-timur. Planet bumi mempunyai satu satelit alam yang selalu beredar mengelilingi bumi yaitu Bulan (The Moon). Diameter Bumi sekitar 12.756 km hampir sama dengan diameter Planet Venus.
Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.
Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi. Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
D. Planet Mars
Mars merupakan planet luar (eksterior planet) yang paling dekat ke bumi. Planet ini tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali yaitu pada kedudukan oposisi. Sebab saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi, sehingga merupakan satu-satunya planet yang bagian permukaannya dapat diamati dari bumi dengan mempergunakan teleskop, sedangkan planet lain terlalu sulit diamati karena diselubungi oleh gas berupa awan tebal selain jaraknya yang terlalu jauh.
Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.
Berdasarkan pengamatan orbit dan pemeriksaan terhadap kumpulan meteorit Mars, permukaan Mars terdiri dari basalt. Beberapa bukti menunjukkan bahwa sebagian permukaan Mars memunyai silika yang lebih kaya daripada basalt biasa, dan mungkin mirip dengan batu-batu andesitik di Bumi; namun, hasil-hasil pengamatan tersebut juga dapat dijelaskan dengan kaca silika. Sebagian besar permukaan Mars dilapisi oleh debu besi (III) oksida yang memberinya kenampakan merah.
Keadaan di Mars paling mirip dengan bumi, sehingga memungkinkan terdapatnya kehidupan. Karena itu, para astronom lebih banyak menghabiskan waktu mempelajari Mars daripada planet lain. Jarak rata-rata ke Matahari sekitar 228 juta km, periode revolusinya sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasi sekitar 24 jam 37 menit. Diameter planet sekitar setengah dari diameter bumi (6.790 km), diselimuti lapisan atmosfer yang tipis, dengan suhu udara relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars mempunyai dua satelit alam, yakni Phobos dan Deimos.
E. Planet Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya, diameter sekitar 142.600 km, terdiri atas materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat yakni sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun. Planet Jupiter mempunyai satelit alam yang jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 13 satelit, di antaranya terdapat beberapa satelit yang ukurannya besar yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea, Io dan Europa.
Yupiter memiliki cincin yang sangat tipis ,berwarna hampir sama dengan atmosfernya dan sedikit memantulkan cahaya matahari. Cincin Yupiter terbentuk atas materi yang gelap kemerah-merahan. Materi pembentuknya bukanlah dari es seperti Saturnus melainkan ialah batuan dan pecahan-pecahan debu. Setelah diteliti, cincin Yupiter merupakan hasil dari gagal terbentuknya satelit Yupiter.
F. Planet Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah Jupiter, diameternya sekitar 120.200 km, periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit, dan revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini mempunyai tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar (diameter 273.600 km), Cincin Tengah (diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam (diameter 160.000 km). Antara Cincin Dalam dengan permukaan Saturnus dipisahkan oleh ruang kosong yang berjarak sekitar 11.265 km. Planet Saturnus mempunyai atmosfer sangat rapat terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet Saturnus mempunyai satelit alam berjumlah sekitar 11 satelit, diantaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.
Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.
Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit.
Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh di antaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius) dan Iapetus.
G. Planet Uranus
Uranus mempunyai diameter 49.000 km hampir empat kali lipat diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan planet lainnya, sumbu rotasi pada planet ini searah dengan arah datangnya sinar matahari, sehingga kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari. Atmosfernya dipenuhi hidrogen, helium dan metana. Di luar batas atmosfer, Planet Uranus terdapat lima satelit alam yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 2.870 juta km. Planet inipun merupakan planet raksasa yang sebagian besar massanya berupa gas dan bercincin, ketebalan cincinnya hanya sekitar 1 meter terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.
Uranus komposisinya sama dengan Neptunus dan keduanya mempunyai komposisi yang berbeda dari raksasa gas yang lebih besar, Jupiter dan Saturn. Karenanya, para astronom kadang-kadang menempatkannya dalam kategori yang berbeda, "raksasa es". Atmosfer Uranus, yang sama dengan Jupiter dan Saturnus karena terutama terdiri dari hidrogen dan helium, mengandung banyak "es" seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejak hidrokarbon. Atmosfernya itu adalah atmofer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu terendah 49 K (−224 °C). Atmosfer planet itu punya struktur awan berlapis-lapis dan kompleks dan dianggap bahwa awan terendah terdiri atas air dan lapisan awan teratas diperkirakan terdiri dari metana. Kontras dengan itu, interior Uranus terutama terdiri atas es dan bebatuan.
H. Planet Neptunus
Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200 km, letaknya paling jauh dari matahari. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar 164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit. Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana, dan amoniak yang lebih padat dibandingkan dengan Jupiter dan Saturnus. Satelit alam yang beredar mengelilingi Neptunus ada dua, yaitu Triton dan Nereid. Planet Neptunus mempunyai dua cincin utama dan dua cincin redup di bagian dalam yang mempunyai lebar sekitar 15 km.Komposisi penyusun planet ini adalah besi dan unsur berat lainnya. Planet Neptunus memiliki 8 buah satelit, di antaranya Triton, Proteus, Nereid dan Larissa.
I. Pluto
Planet ini sekarang sudah hilang,atau menghilang dari tata surya kita..
Pengertian dan Proses terjadinya Tata Surya, Matahari, Planet, dan Pelangi
Tata surya
adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat
dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta
satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet, dan meteor. Bagaimana
tata surya kita terbentuk di jagat raya ini? Terdapat beberapa teori
atau hipotesis yang menjelaskan pertanyaan tersebut, antara lain
Hipotesis Kabut, Teori Planetesimal, Teori Pasang Surut Bintang, dan
Teori Vorteks.
Teori terbentuknya tata surya:
1. Hipotesis Kabut
Imanuel Kant (1724-1804), berkebangsaan Jerman, membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Dikatakan bahwa di jagad raya terdapat gunpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-kelamaan menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.
2. Teori Planetesimal
Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar mengelilingi orbitnya.
3. Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet, Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
4. Teori Vorteks
Dikemukakan oleh Karl Von Weiszackermenurut Weiszacker, nebula (kabut) terdiri atas vorteks-vorteks (pusaran-pusaran) yang merupakan sifat gerakan gas. Gerakan gas dalam nebula menyebabkan pola sel-sel yang bergolak (turbulen). Pada batas antar sel turbulen, terjadi tumbukan antar partikel yang kemudian membesar dan menjadi planet.
1. Hipotesis Kabut
Imanuel Kant (1724-1804), berkebangsaan Jerman, membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Dikatakan bahwa di jagad raya terdapat gunpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-kelamaan menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.
2. Teori Planetesimal
Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar mengelilingi orbitnya.
3. Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet, Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
4. Teori Vorteks
Dikemukakan oleh Karl Von Weiszackermenurut Weiszacker, nebula (kabut) terdiri atas vorteks-vorteks (pusaran-pusaran) yang merupakan sifat gerakan gas. Gerakan gas dalam nebula menyebabkan pola sel-sel yang bergolak (turbulen). Pada batas antar sel turbulen, terjadi tumbukan antar partikel yang kemudian membesar dan menjadi planet.
Ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Hipotesis Nebula
Menurut Hipotesis ini, planet berasal dari kabut pijar yang berputar membentuk gelang-gelang, berbentuk Gumpalan kemudian membeku menjadi Planet. Teori ini disampaikan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace.
a) Nebula berasal dari gas dan debu, sebagian besar menjadi Matahari.
b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar.
c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah.
d) Matahari berputar pada porosnya, planet-planet terbentuk atmosfernya.
e) Planet terbentuk atmosfer, dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer.
2. Hipotesis Planetisimal
Menurut Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Matahari dan bintang lainnya pada suatu saat melintas sangat dekat satu sama lain. Akibatnya, terjadilah semacam pasang dan gas yang besar disedot dari matahari oleh tarikan gravitasi bintang lain tersebut.
Karena adanya pasang surut ini maka gas-gas tersebut berputar mengelilingi matahari lalu mulai mengalami penurunan suhu dan memadat membentuk partikel-partikel keras dalam ukuran yang berbeda yang disebut planetasimal (planet kecil). Partikel-partikel yang lebih besar yang disebut Knot, bertindak sebagai inti untuk pembentukan planet-planet itu.
Inti tersebut menarik dan bergabung dengan planet-planetesiamal lainnya yang lebih kecil dan akhirnya menjadi massa yang lebih besar sehingga membentuk planet-planet yang lebih kecil itu menjadi planetoida, meteor bahkan satelit-satelit dari planet-planet.
3. Hipotesis Pasang Surut Bintang
Menurut Hipotesis ini, adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang besar, sehingga pada matahari terbentuk tonjolan seperti serutu. Serutu itu lepas dan terputus-putus yang membentuk tetesan-tetesan yang memadat sehingga terbentuk planet. Teori ini dikemukakan oleh James Jeans. Namun, gas darimanakah yang terlepas sehingga terbentuk planet????
4. Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
5. Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.
6. Hipotesis Big Bang
Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak, menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen, hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintang-bintang. Matahari merupakan salah satunya.
Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar, bagian pusat menjadi Matahari, sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet.
Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar, selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus, sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal.
A. Jarak Matahari Ke Bumi
Matahari adalah bintang yang tampak paling besar dibandingkan
bintang-bintang lain yang bertaburan di angkasa luar karena jaraknya
yang sangat dekat, yaitu sekitar 150 juta km. 150 juta kilo meter
disebut juga sebagai satuan astronomi.
Jarak
kedudukan terdekat matahari ke bumi jaraknya adalah 147 juta km disebut
Perihelium (1 januari). Sedangkat jarang paling jauh matahari ke bumi
yakni kurang lebh sekitar 152 juta km disebut Aphelium (1 juli). Tentu
saja saat ini belum ada orang yang menghitung secara langsung jarak
matahari ke bumi karena sangat panas dan silau.
B. Suhu Matahari
Panas
matahari pada permukaannya adalah kurang lebih 6 ribu derajat selsius.
Sedangkan pada inti matahari temperatur mencapai 150 juta derajat
celcius. Dari waktu ke waktu suhu matahari akan diperkirakan semakin
dingin dan akhirnya mati bersama planet-planet lain termasuk bumi.
C. Penyusun Matahari
- Hidrogen : 70%
- Helium : 25%
- Unsur lainnya : 5%
- Helium : 25%
- Unsur lainnya : 5%
D. Konstanta Dan Energi Matahari
Banyaknya
kalor yang diterima oleh setiap 1 cm persegi pada bagian atas atmosfir
matahari permenit adalah 2 kalori per menit per cm persegi. Energi
matahari terjadi karena adanya fusi atau penggabungan inti hidrogen
membentuk inti helium serta 2 positron dan energi 24,7 MeV.
E. Bagian-Bagian Susunan Matahari- Fotosfer adalah Bagian lapisan permukaan yang memancarkan cahaya yang kuat dan menyilaukan.
- Kormosfer adalah Lapisan gas yang sangat tebal.
- Korona adalah Lapisan atmosfer terluar matahari. Susunan Lapisan Matahari:
Lapisan Inti Matahari
Inti matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi hidrogen menjadi inti helium dan menghasilkan reaksi yang sngat besar. Suhu inti matahari mencapai 15 juta kelvin.
Lapisan Fotosfera pada Matahari
Lapisan Fotosfera adalah bagian permukaan matahari yang dapat kalian lihat sehari-hari, atau disebut juga lapisan cahaya. Suhu di bagian dalam fotosfera kira-kira 6000 kelvin.
Lapisan Kromosfera pada Matahari
Lapisan kromosfera dapat terlihat saat terjadi gerhana matahari. Kromosfera tersusun dr lapisan hidrogen. Suhu lapisan kromosfera di dekat korona mencapai 10.000 kelvin, sedangkan di lapisan luarnya kurang lebih 4000 kelvin
Lapisan Korona pada Matahari
Lapisan Korona ini dapat dilihat pada saat terjadi gerhana matahari berupa lingkaran putih yang mengelilingi matahari. Lapisan korona mengandung gas yang sangat tipis bersuhu 1 juta kelvin. Korona berwarna abuabu akibat tumbukan ion-ion pada suhu yang sangat tinggi.
Beberapa Susunan Lapisan Matahari
Planet
Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana
(berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang
lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet
beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan
dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang.
Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan
Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk
mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata
surya menjadi hanya 8.
PLANET adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
- mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
- mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
- tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
- telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
- Berdiameter lebih dari 800 km
Asumsi awal tentang fakta unik model
pembentukan tata surya berpendapat bahwa Matahari berkumpul
bersama-sama keluar dari awan gas dan debu, sisa-sisanya ada di sebuah
tempat yang luas yang berputar di sekitar bintang yang baru lahir dan
diratakan secara bertahap. Namun anggapan ini ternyata membawa dua kubu
yang “berseteru” mempertahankan pendapat tentang asal usul planet.
Pada tahun-tahun awal tata surya kita, butir debu bertabrakan dan bersatu, dan benih-benih asteroid, komet dan planet-planet terbentuk. Gravitasi dari beberapa protoplanets lebih jauh menarik gas, dan gas raksasa lainnya yang mengembang. Planet raksasa ini menyapu bersih banyak debu. Sebagian besar dari sisa reruntuhan berputar dan ditelan oleh Matahari atau keluar dari tata surya.
Pada tahun-tahun awal tata surya kita, butir debu bertabrakan dan bersatu, dan benih-benih asteroid, komet dan planet-planet terbentuk. Gravitasi dari beberapa protoplanets lebih jauh menarik gas, dan gas raksasa lainnya yang mengembang. Planet raksasa ini menyapu bersih banyak debu. Sebagian besar dari sisa reruntuhan berputar dan ditelan oleh Matahari atau keluar dari tata surya.
Pelangi adalah fenomena alam indah yang sering dilihat manusia.
Pelangi
merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan
cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi atau bianglala adalah
gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar
yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak
sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu
saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang
deras.
Biasanya
fenomena ini terjadi ketika udara sangat panas tetapi hujan turun
rintik-rintik. Kita dapat melihat jelas fenomena ini, jika kita berdiri
membelakangi cahaya matahari. Pelangi dapat pula terbentuk karena udara
berkabut atau berembun.
Dalam ilmu fisika, pelangi dapat dijelaskan sebagai sebuah peristiwa
pembiasan alam. Pembiasan merupakan proses diuraikannya satu warna
tertentu menjadi beberapa warna lainnya (disebut juga spektrum warna),
melalui suatu media/ medium tertentu pula. Pada pelangi, proses
berurainya warna terjadi ketika cahaya matahari yang berwarna putih
terurai menjadi spektrum warna melalui media air hujan. Adapun spektrum
warna yang terjadi terdiri atas warna merah, jingga, kuning, hijau,
biru, nila, dan ungu.
Fenomena
pelangi yang paling menakjubkan akan terjadi apabila udara sedikit
mendung dan terjadi hujan rintik-rintik. Saat berdiri membelakangi
cahaya matahari, kita akan mengamati pelangi dengan latar belakang awan
mendung, warna-warnanya akan tampak jelas dan tegas.
Fenomena
pelangi dapat pula terjadi di sekitar air terjun. Percikan air di
sekitar air terjun menjadi media untuk menguraikan warna dari cahaya
matahari yang bersinar. Beberapa kebudayaan di dunia menyebutkan
fenomena pelangi sebagai mitos-mitos tertentu. Di Yunani dikenal mitos
bahwa pelangi merupakan jalan dari dunia menuju surga yang dilalui oleh
Dewa Pembawa Pesan, Dewa Iris.
Proses Terjadinya Pelangi
Cahaya
matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna
putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya
dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup
mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang
akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,
dan ungu.
Panjang
gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna
bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di
dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru
serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang
gelombang.
Pelangi
tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan
cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati
butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di
dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang
dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya
berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air,
kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari
tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna
pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling
bawah pelangi.
Pelangi
hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi
dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus
berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang
orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus
berada dalam satu garis lurus
Jenis-jenis Pelangi
Pelangi
mempunyai bermacam jenis. Tentunya setiap jenis menampakkan gejala alam
yang berlainan. Berikut ini adalah jenis-jenis pelangi.
- Sedangkan fenomena pelangi yang dipantulkan terjadi ketika cahaya matahari dipantulkan menjauhi permukaan air, sebelum mencapai titik-titik air hujan. Biasanya pelangi ini terjadi pada permukaan air yang cukup luas dan tenang, serta dekat dengan curahan titik-titik air hujan.
- Circumhorizontal arc. Pelangi yang Membentuk Lengkungan melingkar horizontal (Circumhorizontal arc) Jenis pelangi yang membentuk lengkungan melingkar horizontal di awan sebetulnya merupakan gejala mengkristalnya butiran es. Jadi, jenis pelangi tersebut bahkan bukan merupakan fenomena pelangi. Fenomena alam yang menyerupai pelangi tersebut dinamakan dengan halo.
- Pelangi di Titan (Rainbows on Titan) Planet Saturnus mempunyai satelit yang berukuran paling besar dinamakan dengan Titan. Karena Titan memiliki permukaan yang basah dan lembap, fenomena pelangi dapat terjadi di permukaan satelit Saturnus ini
- Pelangi di Matahari Halo matahari adalah lingkaran pelangi yang mengelilingi Matahari. Halo juga bisa terjadi di sekitar Bulan pada malam hari (gerhana bulan parsial). Fenomena halo ini disebabkan pembiasan cahaya Matahari oleh uap air di atmosfer sehingga terlihat seperti pelangi. Lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya Matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer. Di sisi lain, pada pagi atau sore hari Matahari pun masih berada pada sudut yang rendah. Pada posisi yang miring ini, kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap. Pada siang hari, saat Matahari pada posisi tegak lurus terhadap Bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas. Warnanya terlihat gelap karena pandangan ke arah Matahari juga terhalang debu. Kalau pada pagi hari, saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan. Tidak mengherankan bila fenomena halo ini juga hanya terlihat pada siang hari, sekitar pukul 12.00-1300. Selain itu, sama seperti pelangi, fenomena halo juga hanya bisa disaksikan pada musim hujan. Setelah musim hujan berakhir, biasanya tak ada lagi halo maupun pelangi. Soalnya, di atmosfer sudah tidak ada lagi uap air.
Dampak negatif dan positif terjadinya fenomena alam
Dampak negatif :
Banyak
korban entah itu meninggal dunia, hilang, atau luka-luka dari kejadian
fenomena alam ya seperti Gempa Bumi, Tsunami, Angin Tornado, Banjir,
Tanah Longsor dll. Selain itu tempat tinggal atau sarana sehari-hari pun
hancur atau rusak akibat dari terjadinya bencana atau fenomena alam
tersebut.
Menurut saya tidak ada dampak positif dari
fenomena alam. Karena semua kejadian-kejadian alam semua merugikan
semua manusia. Kejadian tersebut terjadi mungkin karena alam ini sudah
mulai tua. Contohnya saja letusan Gunung berapi yang sudah mulai aktif
kembali, seperti gunung merapi yang berada di Yogyakarta, letusan
tersebut banyak menelan korban jiwa, beberapa desa rumahya terendam oleh
krikil-krikil atau abu dari letusan gunung tersebut.
Efek negatif dari Badai Matahari
· Mengganggu satelitMengganggu komunikasi radio
· Memutuskan komunikasi radio
· Merusak beberapa satelit
Cara Bermain Catur dengan Benar
-Bagaimana Cara Mencari Langkah Terbaik dengan Cepat dalam Bermain Catur-
Hai semuanya nama saya Ayu Setia Ningrum dan kali ini saya mau membagikan tentang bagaimana cara mencari langkah terbaik dengan cepat. Di artikel ini kamu bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana suatu rencana bermain bisa membantu mu bermain efektif.
Banyak pemain catur yang mengatakan bahwa ia bisa mencari langkah yang tepat saat menganalisa suatu permainan catur, namun ia tidak bisa melakukan itu saat bermain catur. Jika di beri waktu yang cukup saya yakin tipe pemain seperti ini akan dapat mencari langkah terbaik saat bermain. Masalahnya adalah saat bermain catur kita harus bermain cepat atau kehilangan banyak waktu, terutama saat bermain blitz (catur cepat).
Intinya adalah kamu harus menggunakan sedikit waktu dalam opening dan menyimpan waktu itu untuk stage berikutnya. Hal ini adalah pilihan yang cerdas dari pada kamu harus melakukan blunder saat middle game atau end game karena kekurangan waktu.
Rencana putih yaitu mencoba menyerang bidak lemah di d6. Putih melakukannya dengan meletakkan gajah di diagonal c3 dan menggandakan benteng di d file. Mungkin perlu waktu untuk mendapatkan ide ini.
Hai semuanya nama saya Ayu Setia Ningrum dan kali ini saya mau membagikan tentang bagaimana cara mencari langkah terbaik dengan cepat. Di artikel ini kamu bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana suatu rencana bermain bisa membantu mu bermain efektif.
Banyak pemain catur yang mengatakan bahwa ia bisa mencari langkah yang tepat saat menganalisa suatu permainan catur, namun ia tidak bisa melakukan itu saat bermain catur. Jika di beri waktu yang cukup saya yakin tipe pemain seperti ini akan dapat mencari langkah terbaik saat bermain. Masalahnya adalah saat bermain catur kita harus bermain cepat atau kehilangan banyak waktu, terutama saat bermain blitz (catur cepat).
Dalam bermain catur kita dibebani dengan aturan melangkah, prinsip, ide
dll. Di lain pihak hal ini sangat membantu kita. Akhirnya ini akan
menyulitkan kita karena kita harus mempertimbangkan berbagai macam
gagasan sehingga membutuhkan waktu yang sangat banyak. Padahal kita
hanya memiliki paling tidak 3 menit waktu berpikir atau justru kurang
dari itu.
Oke saatnya ke topik bahasan yang sesungguhnya. saya akan membagikan
suatu dasar dari permainan catur. Kamu harus tau kapan untuk
mempraktikan hal ini saat bermain. Seorang pemain tangguh akan tau kapan
ia harus menggunakan metode ini. Dalam artikel kali ini saya akan
membagikan metode itu.
Saatnya kita beranjak ke level yang lebih tinggi. Sebelum mengaplikasikan metode yang lain
Pertama kamu harus tau berapa banyak waktu yang kamu bisa gunakan dalam bermain catur.
Milsalnya 3 menit atau kurang. Hal ini bisa kamu hitung sendiri,
misalnya kamu bermain 120 menit dalam 40 langkah. jadi tinggal bagi saja
120 menit / 40 langkah = 3 menit /langkah
Jika kamu bermain blitz game 5 menit berarti kamu harus melangkah 7,5 detik per langkahnya.
Lanjut ke prinsip berikutnya.Kamu harus tau kapan harus berpikir saat bermain catur dan kapan harus melangkah dengan cepatAda empat prinsip dalam melakukan hal ini, hal tersebut yaitu:
1. Saat opening atau pembukaan kamu harus melangkah dengan cepatOpening merupakan saat yang paling mudah di lalui dalam bermain catur. Kamu harus mengetahui prinsip-prinsip utama dalam opening. Jika kamu sudah mempelajari ini kamu akan mudah melaluinya. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengembangkan buah catur kamu dan menempati posisi-posisi tertentu.
Intinya adalah kamu harus menggunakan sedikit waktu dalam opening dan menyimpan waktu itu untuk stage berikutnya. Hal ini adalah pilihan yang cerdas dari pada kamu harus melakukan blunder saat middle game atau end game karena kekurangan waktu.
2. Di akhir opening kamu perlu menggunakan waktu mu untuk berpikir dan mengatur suatu rencanaKebanyakan pemain catur sudah mendengar hal ini, namun tetap ada juga yang tidak mengikuti saran ini. Intinya adalah
Jika kamu memiliki rencana yang baik kamu akan bermain cepat. Dan jika tidak memiliki rencana kamu akan bermain lambat dengan terus berpikir di setiap langkahnya.Ayo coba kita analisa salah satu contoh:
Rencana putih yaitu mencoba menyerang bidak lemah di d6. Putih melakukannya dengan meletakkan gajah di diagonal c3 dan menggandakan benteng di d file. Mungkin perlu waktu untuk mendapatkan ide ini.
Saat kita sudah memiliki suatu rencana kita akan dapat melangkah lebih cepat.Coba kita ikuti bagaimana putih melakukan itu
2. Kamu harus mengkalkulasi variasi langkah di tactical posisi dan berpikir secara general atau umum di strategical posisiPemain catur modern biasanya selalu memikirkan variasi langkah di setiap posisi. Ini akan memakan banyak waktu untuk melakukannya. Akan lebih bijak jika kita hanya mengkalkulasi di taktikal posisi.
One of the biggest problems that plagues modern chess players is that they always calculate variations. It takes a lot of time and effort to do this, and often it doesn't help to find the best move.Masalahnya adalah apa yang di maksud dengan taktikal posisi
Therefore you should focus your attention on calculation only in tactical positions.(Smirnov, I GM, 2011)
Posisi di atas bukanlah taktikal posisi. Tidak ada area yang diserang
dan semua buah catur dalam keadaan yang santai dan damai :) . Kamu tidak
perlu berpikir keras di posisi ini. Kamu hanya perlu memikirkan
rencana, manuver dll. Jadi langkah selanjutnya adalah 23…Na7 24.Qd1-Nb5 25.Ra2-h6 26.g3
Kemudian hitam merespon dengan 26…Ng5
Sekarang posisi menjadi taktikal posisi.
Jadi kapan posisi menjadi taktikal posisi
Kamu harus memulai kalkulasi saat terjadi kontak antara buah caturmu dengan lawan atau kamu mencoba membuat kontak dengan buah catur lawanmu
Di saat seperti ini kamu perlu mengkalkulasi langkah untuk mencari langkah terbaik dan bukan langkah yang biasa-biasa saja.
4. Saat posisi mu akan kalah atau menang kamu harus berpikir lebih lama
Saya pikir mungkin hampir semua pemain catur pernah mengalami ini. Saat
kita merasa pada posisi yang akan menang kita mengabaikan kalkulasi dan
justru berakibat pada blunder, dan berakibat menjadi kekalahan.
Di akhir artikel saya mau coba membagikan beberapa saran saat bermain catur.
1. Lihatlah jam catur di setiap melangkah (rekomendasi dari GM)2. Bandingkan sisa waktumu dan sisa waktu lawanmu
Apa yang harus kamu lakukan saat di posisi waktu yang akan habis:
Mudah-mudahan postingan kali ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian1. Simpelkan posisi2. Jangan memulai taktikal posisi yang rumit3. Siapkan waktu yang cukup sebelum memulai posisi yang kompleks
Dampak Globalisasi
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GLOBALISASI BAGI BANGSA INDONESIA
Bagaikan dua sisi mata uang koin,
globalisasi tidak hanya memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia
tetapi bisa juga memberikan dampak yang negatif. Untuk itu, sebagai
bagian dari bangsa yang besar ini kita harus bisa memanfaatkan dampak
positifnya seoptimal mungkin dan meminimalisir atau buanglah jauh-jauh
dampak negatifnya. Hal tersebut semata-mata demi kepentingan bangsa ini
agar semakin baik kedepannya. Dan inilah dampak positif dan negatif globalisasi kepada bangsa Indonesia.
Dampak Positif Globalisasi
- Keterbukaan Informasi
Globalisasi membuat akses terhadap
informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa mendapatkan berbagai
informasi dari banyak media, seperti televisi, internet, sosial media,
dan lain-lain. Ini membuat masyarakat semakin terbuka, cerdas dan
berpikir kritis. Ini merupakan salah satu dampak positif yang
ditimbulkan dari globalisasi terhadap bangsa Indonesia.
- Komunikasi Semakin Mudah dan Cepat
Dulu mungkin orang tua kita membutuhkan
waktu lama (berhari-hari) untuk berkomunikasi dengan temannya yang
berada dinegara lain melalui media komunikasi konvensional surat
menyurat. Tetapi saat ini era tersebut sudah usang, masyarakat lebih
menyukai menggunakan media komunikasi yang murah dan cepat yaitu dengan
telepon, internet dan sosial media
- Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dampak positif dari globalisasi lainnya
adalah semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di
Indonesia. Globalisasi memungkinkan orang-orang yang pintar Indonesia
menuntut ilmu diluar negeri seperti di Amerika Serikat dan Eropa. Dan
jika sudah selesai diharapkan mereka-mereka itu bisa menerapkan dan
mengaplikasikan ilmunya di Indonesia.
- Perekonomian Indonesia Semakin Menggeliat
Globalisasi membuat laju perekonomian
dinegeri ini semakin menggeliat. Hal tersebut bisa terlihat dari neraca
perdagangan kita yang terbilang baik karena nilai ekspor dan impornya
relatif seimbang. Selain itu, Indonesia juga selalu dilirik oleh dunia
internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi terutama untuk
sektor pertambangan, pertanian dan industri tekstil.
- Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat
Dunia yang tanpa batas saat ini
memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya dan
juga keluarganya. Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja diluar
negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya didalam negeri. Meskipun
demikian, sudah seharusnya era globalisasi ini diimbangi dengan manusia
yang berpendidikan dan berkarakter.
Dampak Negatif Globalisasi
- Informasi Tak Terkendali
Globalisasi tidak hanya memberikan
berjuta manfaat untuk kita semua, melainkan juga terdapat dampak
negatifnya, salah satunya adalah arus informasi yang tak terkendali.
Tidak semua informasi itu baik untuk kita, ada juga informasi yang tidak
baik dan tidak sesuai dengan kepribadiaan kita. Oleh karena itu, era
globalisasi ini harus diimbangi dengan Spiritual Quotient.
- Westernisasi (kebarat-baratan)
Dampak negatif globalisasi yang juga
dirasakan oleh bangsa Indonesia saat ini adalah menjamurnya budaya
barat. Jika hal itu baik maka boleh kita tiru, jika sebaliknya maka
buanglah jauh-jauh. Kenyataannya saat ini banyak sekali budaya barat
yang hype di Indonesia tetapi sebaliknya jarang sekali orang-orang yang mau melestarikan budaya asli Indonesia itu sendiri.
- Sikap Individualiasme
Saat ini, kita memerlukan bantuan alat
atau perangkat untuk mempermudah aktifitas kita dan kita merasa tak
perlu lagi bantuan manusia. Hal ini yang menyebabkan manusia semakin
individualistik, padahal hakikat manusia sebenarnya adalah mahluk
sosial. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menyebabkan orang-orang
cenderung individualistis.
- Kesenjangan sosial semakin besar
Sudah menjadi rahasia bersama jika gap
antara orang miskin dan orang kaya dinegeri ini sangat besar sekali.
Satu sisi globalisasi membuka peluang untuk orang-orang yang
berpendidikan, sedangkan disatu sisi lagi globalisasi membuat
orang-orang kecil semakin sulit bertahan hidup. Ini yang menyebabkan
kesenjangan sosial di Indonesia semakin lebar setiap tahunnya.
- Pola Hidup Konsumtif
Dampak negatif dari globalisasi lainnya
adalah meningkatnya konsumerisme dikalangan masyarakat Indonesia. Sifat
Konsumtif dibentuk oleh kita yang cenderung berbelanja produk-produk
yang kita inginkan bukan yang kita perlukan. Kemudahan akses dalam
berbelanja dan menbanjirnya produk-produk branded menyebabkan pola hidup konsumtif semakin merajalela.
Nah itulah pembahasan mengenai dampak positif dan negatif globalisasi
yang masuk ke tanah air. Sebagai warga negara yang baik dan mencintai
negeri ini sudah seharusnya untuk kita mengoptimalkan manfaat dari
globalisasi dan meminimalisir atau membuang jauh-jauh dampak negatifnya.
Tentunya kita semua berharap dengan globalisasi ini kita menjadi bangsa
yang besar dimana masyarakatnya menjadi makmur dan sejahtera.
Incoming search terms:
dampak positif globalisasidampak positif dan negatif globalisasidampak negatif globalisasidampak globalisasicontoh pengaruh negatif globalisasi terhadap bangsa indonesiaGlobalisasiDampak negatif dan positif dari globalisasi untuk keluargadampak globalisasi bangsa dan negara5 dampak negatif globalisasi terhadap budaya indonesiapengaruh positif glibalisasi dalam masyarakat duniaglobalisasi memberikan dampak positif atau negatif bagi indonesiaglobalisasi indonesiaglobalisasi di indonesiapengaruh globalisasi bagi masyarakat dunia dampak positif dan negatifTiga dampak negatif dan positif globalisasifaktor positif dan negatif globalisasi bagi bangsadampk positif pada globalisasiDampak zaman globalisasi bagi IndonesiaDampak positif yang di timbulkan globalisasisisi positif dan sisi negatif globalisasihttps://globalisasi tentang positifnilainegatifbataprespengaruh globalisasi terhadap informasipengaruh globalisasi yang tidak baiknilai positif globalisasimengapa globalisasi memberikan dampak yang besar bagi perekonomian negaraManfaat globalisasi untuk indonesia tentang teknologimacam macam dampak positif globalisasi di bidang ekonomi dan penjelasanPengaruh positif globalisasi bagi masyarakat kita adalahjelaskan dampak negatif globalisasi di bidang pertaniandampak positif terhadap masyarakatdampak positif globalisasi terhadap madyarakatdampak positif globalisasi pada masyarakatdampak globalisasi negatif dan positifdampak globalisasi di indonesiadampak dari globalisasiDampak dampak globalisasi yaitu dampak positif dan dampak negatifDAMPAK DAMPAK GLOBALISASI3 aspek positif dan negatif dari globalisasiContoh pengaruh baik dan buruk globalisasi dalam komunikasicontoh dampak negatif globalisasi bagi bangsa indonesiaAspek negatif adanya globalisasidampak negatif dan dampak positif globalisasidampak negatif dan positif globalisasidampak negatifdan positif gkobalisasi bagi indonesiaDampak positif globalisasi di indonesiadampak positif globalisasi di bidang keluargadampak positif globalisasi dalam kehidupan manusiadampak positif globalisasi bagi indonesiaDampak positif globalisasi adalahdampak positif dari globalisasidampak positif dan negatif iptek bagi bangsa kitadampak positif dan negatif globalisasi terhadap pendidikandampak positif dan negatif bagi bangsa indonesia3 pengaruh positif globalisasi bagi masyarakat
Langganan:
Postingan (Atom)












